9

Aku, Bu Yuni dan Kantin FISIP

Posted by admin on Jun 12, 2009 in kritis
Tak bantu mbak : Mbak Tun, tak bawain belanjaannya @kantin fisip
Tak bantu mbak : Mbak Tun, tak bawain belanjaannya @kantin fisip

Kalau lapar, perut keroncongan (disco perut) posisi di kampus .. hemm kantin lah tujuan hidupku (seketika itu). Ini semua gara-gara kuliah seperti anak SMP (sekolah masuk pagi). Duch pa lagi diperparah kuliah tadi  “tuch dosen bercerita atau mendongeng sich =p” peace dosen ku yang baik hati. Abis aku ngantuk + belum sarapan.

Pagi gini enake sarapan pecel, ngo-pi, dan 1 batang djarum pikirku.

Eko : “Bu … sarapan ! pecel. (sambil clingak-clinguk lihat cewek cantik yang nongkrong di kantin :p )

Bu Yuni : nge-lap piring, “ra tahu kethok nendi le ? pecel pakai bakmi ndak ?”

Eko :  “kantong kering bu’ ! nganggo nuch ! nasinya ndak usah banyak2 bu’ ! :) sambil pilih-pilih gorengan.

bu Yuni cekatan sekali dalam melayani para pembeli, wanita berumur 53 tahun ini berputra 4. Mungkin karena dia sudah 5 tahunan jualan di Kantin FISIP sekaligus pemilik kantin “Bu Yuni Fisip”

Bu Yuni : “Niech cah bagus !”

Eko : “Makasih bu’ !” sambil tersenyum dia mengasih piring penuh dengan isinya :)

Sebelum ke meja makan, pesan minuman dulu pada mbak Atun :

Eko : “Mbak coffimix es, pakai gula pasir mbak” biasanya ada juga pakai gula yang udah direbus dengan air hangat :0 tapi lebih mantap kalau lihat gulanya, biar saya yang adhuk =p

Mbak Tun : ” Es Coffimix” , jalan lenggak-lenggok kaya gadis SoLO wae =p macan luwe

Eko : “Matur suwun mbak !” posisi weanak siap santap tuch pecel.

Seperti biasa abis makan mbayar klo ndak juga ngutang :d “matur suwun bu‘ “

***** Read more…

Tags: , ,

 
5

Aku Berkaca, 53 Jam demi 5 Menit Bicara

Posted by admin on Jun 8, 2009 in kritis

PR sebagai ujung tombak, bukan berarti "gue untung lho buntung" alias 1-1

PR sebagai ujung tombak, bukan berarti "gue untung lho buntung"

Malam ini aku berdiri di depan mirror, melihat lebih dalam dan ke dalam. Setitik noda merah menempel pada dinding kaca yang selalu memantulkan cahaya datang. Gumam dalam batinku, “Siapa suruh lho hisap darahku ?”. Haa…ha.. perut buncitmu bikin dirimu tak sebebas diriku.

Terlihat jelas namun samar, aku tercengang pada sesosok bayangan yang tampak di kaca itu. Itukah aku ? Pria paruh bawa, berabut hitam, wajah berseri seakan penuh dengan kharisma. Hemmm .. aku kenal dia ?? Dialah pria yang berdiri waktu itu. Yang membuat ratusan blogger terfokus padanya, tertawa lepas kami dibuatnya. Acara lauching bengawan.org (komunitas blogger Soloraya) di Loji Gandrung, 21 Februari di tahun ini.

Salah satu dari 10 TOP 2008 people versi majalah TEMPO, walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), orang no 1 di “kota berseri” ternyata butuh waktu 53 Jam* ( 1 pertemuan makan siang, saya anggap 1 jam) untuk mengatakan “relokasi” kata yang menakutkan bagi pedagang kaki lima (PKL), Stigma atau identik dengan kekerasan, tangisan, bahkan hilangnya mata pencaharian.

*** Read more…

Tags: ,

Copyright © 2010 repihan secercah harapan All rights reserved. Theme by Laptop Geek.