14

Maaf Boz, Aku bukan "Jongos"

Posted by admin on Jun 19, 2009 in harapan

Aku tahu ini puncak .. tapi masih ada puncak yang lebih tinggi  yang mampu kita capai. @gunung lawu : Argo dumilah 3685 Dpl

Aku tahu ini puncak .. tapi masih ada puncak yang lebih tinggi yang mampu kita capai. @gunung lawu : Argo dumilah 3685 Dpl

Masih melekat-kah tagline (semboyan) diangkat oleh komedian asal kota Semarang, Thukul Arwana. “tampang ndeso, rejeki kutho” Kenapa dengan orang desa ? Ada apa dengan rejeki orang perkotaan ? Ada sebuah harapan yang lebih (cita-cita) dari seorang yang dulunya hanyalah sopir angkot. Meniti karir dari nol hingga menuju kesuksesan.

Suatu saat, aku bangga pada temanku. Mereka telah mendapatkan pekerjaan tetap. Sebagai penjaga warnet (operator), penjaga konter pulsa, buruh pabrik bahkan ada seorang pegawai negeri (PNS). Mereka merasa bangga dan cukup atas rejeki atas apa yang ada saat ini. Alhamdulillah.

Namun kebanyakan orang berfikir apa yang mereka kerjakan itu bersifat selamanya. Sehingga mereka merasa cukup nyaman atas apa yang mereka kerjakan saat ini. Entah esok hari ??

**** Read more…

Tags: ,

 
5

Bagi Aku, itu Apa ? Bagimu itu Biasa

Posted by admin on Jun 18, 2009 in kritis

Biasa saja .. tidak ada yang bisa diphoto

Biasa saja .. tidak ada yang bisa diphoto

Budi dan Eko, berboncengan ke kampus dengan kharisma 125D warna biru silver. On the way :

Eko : Bud, kae ono opo tho ?

Budi : paleng ono tabrakan.

Eko : Wech, tabrakan opo karo opo ? nonton sek yo …!?

Budi : Halah wis biasa kuwi, neng prapatan kuwi keren banget !

akhirnya kami langsung menuju ke kampus.

Sebuah cuplikan bercakapan tersebut akankah berhenti hanya sampai disitu ? hemm mungkin bagi Budi “ya” !! Karena dia menganggap kecelakaan lalu lintas adalah hal yang biasa. Kondisi jalan yang ramai, kurang hati-hati pengendara, ataupun karena tidak polisi yang mengatur. Tapi bagi Eko, apakah akan hanya berhenti untuk kata “APA = Opo”  ??

Read more…

Tags: ,

 
5

Aku Kalah Karena "Aku"

Posted by admin on Jun 18, 2009 in kemarin

Kalau muncak ditemenin hp full music bikin lebih nyantai

Kalau muncak ditemenin hp full music bikin lebih nyantai

Seharusnya aku dapat Hape itu ! Pelajaran yang sangat berarti bagi blogger pemula (newbie) seperti saya. Sebuah kontes menulis di http://blogkampus.com, E-Diary Competition, bulan april lalu.

Kontes blog yang diadakan oleh Starone untuk kategori peserta umum. Sangatlah mudah pikirku untuk memenangkan hadiah utama. Analisa pertama karena promosi yang tidak gencar sehingga sedikit orang yang tahu dan sedikit pula yang berpartisipasi dalam kontes selama 10 hari ini.

3 kategori pemenang kontes berdasarkan total vote untuk juara umum (juara pertama), 3 penulis terbaik dan 3 voter secara undian acak.

Analisa pertama :

  1. Segi konten peserta, banyak artikel merupakan hasil copas (copy paste) dari web/blog.
  2. Mereka kejar posting, padahal yang dinilai adalah total vote dari peserta ataupun pengunjung yang ter-registrasi.
  3. Dari total artikel (saat analisa awal) tak lebih 10 % hasil karya asli penulis (blogger). Dan mereka-lah yang saya anggap serius dalam mengikuti kontes.
  4. Sistem registrasi yang mudah, tak perlu konfirmasi email dan langsung bisa dipakai.
  5. 1 user dapat 3 point untuk vote, 1 point untuk 1 artikel.

Analisis awal ini yang membuat saya harus menulis 1 konten original yang dioptimalisasi (dari segi penulisan artikel dan vote -dukungan suara dari visitor). Akhirnya artikel yang lahir adalah “Bagai Punguk Merindukan Bulan, Mimpiku ??

Optimalisasi :

  1. Optimalisasi vote dan komentar adalah dengan cara menyuruh teman dekat untuk daftar dan memberi dukungan langsung ke postingan tersebut. Dari teman chatting (YM) atau yang saat ini online. Akhirnya dapat 9 Vote total.
  2. Membuat konten baru, entah copas ataupun asli untuk mengkaburkan postingan utama yang dioptimalisasi  pengunjung baru atau kontestan baru. Read more…

Tags: ,

 
9

Aku, Bu Yuni dan Kantin FISIP

Posted by admin on Jun 12, 2009 in kritis
Tak bantu mbak : Mbak Tun, tak bawain belanjaannya @kantin fisip
Tak bantu mbak : Mbak Tun, tak bawain belanjaannya @kantin fisip

Kalau lapar, perut keroncongan (disco perut) posisi di kampus .. hemm kantin lah tujuan hidupku (seketika itu). Ini semua gara-gara kuliah seperti anak SMP (sekolah masuk pagi). Duch pa lagi diperparah kuliah tadi  “tuch dosen bercerita atau mendongeng sich =p” peace dosen ku yang baik hati. Abis aku ngantuk + belum sarapan.

Pagi gini enake sarapan pecel, ngo-pi, dan 1 batang djarum pikirku.

Eko : “Bu … sarapan ! pecel. (sambil clingak-clinguk lihat cewek cantik yang nongkrong di kantin :p )

Bu Yuni : nge-lap piring, “ra tahu kethok nendi le ? pecel pakai bakmi ndak ?”

Eko :  “kantong kering bu’ ! nganggo nuch ! nasinya ndak usah banyak2 bu’ ! :) sambil pilih-pilih gorengan.

bu Yuni cekatan sekali dalam melayani para pembeli, wanita berumur 53 tahun ini berputra 4. Mungkin karena dia sudah 5 tahunan jualan di Kantin FISIP sekaligus pemilik kantin “Bu Yuni Fisip”

Bu Yuni : “Niech cah bagus !”

Eko : “Makasih bu’ !” sambil tersenyum dia mengasih piring penuh dengan isinya :)

Sebelum ke meja makan, pesan minuman dulu pada mbak Atun :

Eko : “Mbak coffimix es, pakai gula pasir mbak” biasanya ada juga pakai gula yang udah direbus dengan air hangat :0 tapi lebih mantap kalau lihat gulanya, biar saya yang adhuk =p

Mbak Tun : ” Es Coffimix” , jalan lenggak-lenggok kaya gadis SoLO wae =p macan luwe

Eko : “Matur suwun mbak !” posisi weanak siap santap tuch pecel.

Seperti biasa abis makan mbayar klo ndak juga ngutang :d “matur suwun bu‘ “

***** Read more…

Tags: , ,

 
0

Perjalanan ini, Aku Cinta Dewi

Posted by admin on Jun 9, 2009 in kritis
Hanya Secuil Cintaku Padamu

Hanya Secuil Cintaku Padamu

Kulayangkan pandangku .. Melalui kaca jendela
dari tempatku bersandar Seiring lantun kereta
Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah
Membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna

sepenggal lirik by Padi – Perjalanan ini

Ha…. ha..  ada apa dengan diriku ? Sepertinya aku baru mengenalmu, 3 minggu ? Mungkin !! Tapi aku paham benar akan parasmu. Jauh lebih ku kenal dari si IEndah, sobat lama ku, 7 tahun lalu. Seakan kau beri isyarat aku untuk mendekat dan semakin tahu.

Kini kau semakin dewasa, tubuhmu sexy, dibalut dengan kain yang menawan. Parasmu begitu mempesona namun tetap tampak sederhana. Engkau gitar yang harus kupetik siang dan malam. Bikin hatiku mabuk kepayang, kan ku bawa dirimu mengelilingi cerita hidupku. Engkaulah mahadewi.

Kenapa aku mencintaimu ??

Read more…

Tags: ,

 
5

Aku Berkaca, 53 Jam demi 5 Menit Bicara

Posted by admin on Jun 8, 2009 in kritis

PR sebagai ujung tombak, bukan berarti "gue untung lho buntung" alias 1-1

PR sebagai ujung tombak, bukan berarti "gue untung lho buntung"

Malam ini aku berdiri di depan mirror, melihat lebih dalam dan ke dalam. Setitik noda merah menempel pada dinding kaca yang selalu memantulkan cahaya datang. Gumam dalam batinku, “Siapa suruh lho hisap darahku ?”. Haa…ha.. perut buncitmu bikin dirimu tak sebebas diriku.

Terlihat jelas namun samar, aku tercengang pada sesosok bayangan yang tampak di kaca itu. Itukah aku ? Pria paruh bawa, berabut hitam, wajah berseri seakan penuh dengan kharisma. Hemmm .. aku kenal dia ?? Dialah pria yang berdiri waktu itu. Yang membuat ratusan blogger terfokus padanya, tertawa lepas kami dibuatnya. Acara lauching bengawan.org (komunitas blogger Soloraya) di Loji Gandrung, 21 Februari di tahun ini.

Salah satu dari 10 TOP 2008 people versi majalah TEMPO, walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), orang no 1 di “kota berseri” ternyata butuh waktu 53 Jam* ( 1 pertemuan makan siang, saya anggap 1 jam) untuk mengatakan “relokasi” kata yang menakutkan bagi pedagang kaki lima (PKL), Stigma atau identik dengan kekerasan, tangisan, bahkan hilangnya mata pencaharian.

*** Read more…

Tags: ,

Copyright © 2010 repihan secercah harapan All rights reserved. Theme by Laptop Geek.