Aku tahu – isyarat itu dariMu
.jpg)
simbahku - aku takut mati dan aku takut tua
Pantaslah air mata ini membeku, setelah sekian lama tak tertembus air hujan batu ini. Sedikit sekali kalbu ini tersentuh cahaya Mu. Tak pernah ku sangka Engkau datang menyapa dalam mimpiku. Alhamdulillah sebelum adzab itu datang Kau ingatkan diriku.
Aku merasa hidup di antara balok batu yang sempit dan sepi. Tak ada penerang apapun. Kecuali sebatang lilin abadi. Ingin ku keluar dari kehampaan itu, namun semua ternyata sudah terlambat. Aku hanya membawa 1 lilin. Yang suatu saat pasti akan habis terbakar dan padam.
Ya Allah … berikan kesempatan hambaMu ini untuk mengukir dan mencari sedikit penerang untuk hari esok. Sungguh aku menyesal setelah hati ini membatu. Telah lama kunantikan rasa ini. Aku bersimpuh dihadapanMu, luluh hati ini walau hanya semu. Entah mengapa aku masih merasa sombong. Terlalu mahal untuk meneteskan setitik embun dari pelupuk mata ini.
Atau aku memang batu ,,, atau aku emang tak tahu malu. Tapi ini akan mengingatkanku selalu. Betapa berartinya diriMu menjadi penerang batinku.
entah ini hari keberapa sebelum hari itu
