jangan ada dusta antara kau dan aku
memang kau bukan yang pertama bagiku. pernah satu hati mengisi hati aku. namun belum pernah ku katakan isi hati ini padamu. he… he.. ku ingat benar terang senyum manis di bawah langit di hangat temaram sinar lilin. kuhabiskan keberanian ini untuk mengenang masa itu.
itu doeloe … akankah itu terlambat aku katakan kini
munafik benar waktu itu …. aku pendam rasa yang ingin aku katakan padamu .. kau sang puteri lilin .. di dalam hati ini hanya namamu [untuk malam ini].di dalam hati ini … hanya wajahmoe.
banyak senyum ini meninggalkan luka di hati .. wahai pemuja cinta sejati. maafkan diri ini yang penuh kemunafikan akan cinta.
berhembus angin malam mencekam … itulah kenangan yang terakhir dengan moe .. kudekati dirimu kau diam.. terukir senyuman di bibirmu dan itulah senyuman terakhir [kini] darimoe.
-och angin malam bawa aku kepadanya- dan – biarkan waktu mempertemukan kita dalam suasana suka dan cita-
[lagi asyik dengerin lagu-lagunya Broery Marantika, ech liriknya membawa kenangan waktu itu].
No related posts.

bener-bener romantis memang mas[ter]
bukan hanya seorang blogger, tapi juga seorang pujangga
[Reply]
maz..kaya’a lgi seneng2′a dlm berhubungan,pie ad rasa curiga…
[Reply]
Meski bibir terasa kelu untuk mengungkapkan rasa cinta,tapi katakanlah semuanya melalui sebuah perbuatan yang mampu membuka pintu hatinya, karena rasa sayang itu tak akan pernah menjadi bermakna jika tidak disertai dengan tindakan…
[Reply]
ohhh so sweet !!
[Reply]