15

Calon Pacar, Pacar dan Calon Isteri Aku

Posted by admin on May 18, 2010 in kritis

Sebenarnya aku begitu bingung mau nulis apa, cuman sekedar bertanya kepada rekan sobat blogger yang sempat singgah di gubuk derita ini. Seperti apa sich “pujaan hati” kamu ? Kriteria seperti apa yang mampu membuat hati kalian terpaut ?

Sebarapa Indah atau Begitu Indah kah dia sehingga engkau titipan sebuah harapan untuk untuk saling mencintai dan dicintai ? atau pun ke jenjang yang lebih ? Please share here ……

Bila cinta menggugah rasa
Begitu indah mengukir hatiku
Menyentuh jiwaku
Hapuskan semua gelisah

Duhai cintaku duhai pujaanku
Datang padaku tetap di sampingku
Kuingin hidupku
Selalu dalam peluknya

Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia karena dia begitu indah

Duhai cintaku pujaan hatiku
Peluk diriku dekaplah jiwaku
Bawa ragaku
Melayang memeluk bintang

Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia karena dia begitu indah

Padi – begitu Indah

Kalau aku sich …… pengen denger kalian cerita dulu .. baru aku bercerita :)

Tags: , ,

 
9

Ketika ku cuba menentang ombak .. dan akhirnya pun aku yang terhanyut

Posted by admin on Apr 18, 2010 in kritis
senyum mu tjah bagoes ..

bagoes'e tenan .... sopo seng ra pengen .... hahahhaha

Sebuah perenungan hari ini .. sedikit menggambar cerita yang telah lalu. Terkesan dia sangat optimis, gagah dan menawan seperti halnya saat Sukarno saat muda. Tawa-nya [tertawa] saja membawa kesejukan sebuah harapan. Selintas seperti halnya alang-alang yang jatuh di tanah yang gembur dengan cukup air. Tak kalanya saat itu pula, sang petani menghidupinya berharap kelak seperti apa yang diharapkannya.

tiada hari tanpa hujan, tiada hari tanpa kurang makan. tiada hari yang lepas dari rencananya. Celakanya hari ini dia berfikir mampu berdiri tegak setelah hujan turun sore ini. Setitik embun yang akan membasahi setiap helai daunnya. Begitu indah, setiap lensa ingin mengabadikan esuk hari.

Hari ini hujan turun tak seperti saat Dewi Sri turun meneteskan senyumnya. “Yang datang bukan si Dewi yach ?? guman batinku.

tak kala itu, aku pun tak bisa membawa sabda ini untuk kupersembahkan pada setitik air yang begitu deras mengucur. “harusnya engkau tahu [air] bahwasanya aku lebih suka engkau datang seperti hari kemarin. sejernih dan seputih serta seanggun laksana si Dewi Sri!”

hanyut sudah .. sari hati ini di bawah derasnya hujan hingga malam. Sinar rembulan pun tak tampak. Apalagi sang bintang, dimana biasa ku tuangkan isi hati dan perasaanku sehari ini. Bersama mentari ku sambut senyum pagi.

Berharap setitik gutasi esuk pagi, berharap banyak lensa akan hadir – 3 jam lagi. Read more…

Tags: ,

 
21

aku merdeka atau sudah mati

Posted by admin on Aug 12, 2009 in kritis
Tua muda tak ada kata merdeka !!!

Tua muda tak ada kata merdeka !!!

gegap gempita merona cahaya lampu temarang. Tersapulah hati yang penuh gelisah. pesta .. hari ini pesta .. merdeka .. hari merdeka. Mari berpesta teman .. di bawah terangnya rasa cinta rasa sayang. Karena hari ini darah ini tlah tertumpah .. luapkan rasa karena kita merdeka.

berhiasalah sejenak … warnai dinding itu .. baja hitam warna darah . . karena kita merdeka ..

apa benar itu semua ? tak luputlah dari matamu bahwa kami tersiksa ? bahwa kami menderita ? bahwa kami menari di atas ceria mu .. merdeka dirimu dan matilah aku !! 3 hari yang lalu terakhir kali aku melihat nasi ..

terkapar diriku .. dan kini meraka hanya mampu duduk di sampingku .. wahai cucuku. Sekolahlah .. lupakan juise rasa merdeka itu. Biarlah aku emban rasa ini .. demi kemerdekaan sejatimu . Read more…

Tags:

 
5

Bagi Aku, itu Apa ? Bagimu itu Biasa

Posted by admin on Jun 18, 2009 in kritis

Biasa saja .. tidak ada yang bisa diphoto

Biasa saja .. tidak ada yang bisa diphoto

Budi dan Eko, berboncengan ke kampus dengan kharisma 125D warna biru silver. On the way :

Eko : Bud, kae ono opo tho ?

Budi : paleng ono tabrakan.

Eko : Wech, tabrakan opo karo opo ? nonton sek yo …!?

Budi : Halah wis biasa kuwi, neng prapatan kuwi keren banget !

akhirnya kami langsung menuju ke kampus.

Sebuah cuplikan bercakapan tersebut akankah berhenti hanya sampai disitu ? hemm mungkin bagi Budi “ya” !! Karena dia menganggap kecelakaan lalu lintas adalah hal yang biasa. Kondisi jalan yang ramai, kurang hati-hati pengendara, ataupun karena tidak polisi yang mengatur. Tapi bagi Eko, apakah akan hanya berhenti untuk kata “APA = Opo”  ??

Read more…

Tags: ,

 
9

Aku, Bu Yuni dan Kantin FISIP

Posted by admin on Jun 12, 2009 in kritis
Tak bantu mbak : Mbak Tun, tak bawain belanjaannya @kantin fisip
Tak bantu mbak : Mbak Tun, tak bawain belanjaannya @kantin fisip

Kalau lapar, perut keroncongan (disco perut) posisi di kampus .. hemm kantin lah tujuan hidupku (seketika itu). Ini semua gara-gara kuliah seperti anak SMP (sekolah masuk pagi). Duch pa lagi diperparah kuliah tadi  “tuch dosen bercerita atau mendongeng sich =p” peace dosen ku yang baik hati. Abis aku ngantuk + belum sarapan.

Pagi gini enake sarapan pecel, ngo-pi, dan 1 batang djarum pikirku.

Eko : “Bu … sarapan ! pecel. (sambil clingak-clinguk lihat cewek cantik yang nongkrong di kantin :p )

Bu Yuni : nge-lap piring, “ra tahu kethok nendi le ? pecel pakai bakmi ndak ?”

Eko :  “kantong kering bu’ ! nganggo nuch ! nasinya ndak usah banyak2 bu’ ! :) sambil pilih-pilih gorengan.

bu Yuni cekatan sekali dalam melayani para pembeli, wanita berumur 53 tahun ini berputra 4. Mungkin karena dia sudah 5 tahunan jualan di Kantin FISIP sekaligus pemilik kantin “Bu Yuni Fisip”

Bu Yuni : “Niech cah bagus !”

Eko : “Makasih bu’ !” sambil tersenyum dia mengasih piring penuh dengan isinya :)

Sebelum ke meja makan, pesan minuman dulu pada mbak Atun :

Eko : “Mbak coffimix es, pakai gula pasir mbak” biasanya ada juga pakai gula yang udah direbus dengan air hangat :0 tapi lebih mantap kalau lihat gulanya, biar saya yang adhuk =p

Mbak Tun : ” Es Coffimix” , jalan lenggak-lenggok kaya gadis SoLO wae =p macan luwe

Eko : “Matur suwun mbak !” posisi weanak siap santap tuch pecel.

Seperti biasa abis makan mbayar klo ndak juga ngutang :d “matur suwun bu‘ “

***** Read more…

Tags: , ,

 
0

Perjalanan ini, Aku Cinta Dewi

Posted by admin on Jun 9, 2009 in kritis
Hanya Secuil Cintaku Padamu

Hanya Secuil Cintaku Padamu

Kulayangkan pandangku .. Melalui kaca jendela
dari tempatku bersandar Seiring lantun kereta
Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah
Membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna

sepenggal lirik by Padi – Perjalanan ini

Ha…. ha..  ada apa dengan diriku ? Sepertinya aku baru mengenalmu, 3 minggu ? Mungkin !! Tapi aku paham benar akan parasmu. Jauh lebih ku kenal dari si IEndah, sobat lama ku, 7 tahun lalu. Seakan kau beri isyarat aku untuk mendekat dan semakin tahu.

Kini kau semakin dewasa, tubuhmu sexy, dibalut dengan kain yang menawan. Parasmu begitu mempesona namun tetap tampak sederhana. Engkau gitar yang harus kupetik siang dan malam. Bikin hatiku mabuk kepayang, kan ku bawa dirimu mengelilingi cerita hidupku. Engkaulah mahadewi.

Kenapa aku mencintaimu ??

Read more…

Tags: ,

 
5

Aku Berkaca, 53 Jam demi 5 Menit Bicara

Posted by admin on Jun 8, 2009 in kritis

PR sebagai ujung tombak, bukan berarti "gue untung lho buntung" alias 1-1

PR sebagai ujung tombak, bukan berarti "gue untung lho buntung"

Malam ini aku berdiri di depan mirror, melihat lebih dalam dan ke dalam. Setitik noda merah menempel pada dinding kaca yang selalu memantulkan cahaya datang. Gumam dalam batinku, “Siapa suruh lho hisap darahku ?”. Haa…ha.. perut buncitmu bikin dirimu tak sebebas diriku.

Terlihat jelas namun samar, aku tercengang pada sesosok bayangan yang tampak di kaca itu. Itukah aku ? Pria paruh bawa, berabut hitam, wajah berseri seakan penuh dengan kharisma. Hemmm .. aku kenal dia ?? Dialah pria yang berdiri waktu itu. Yang membuat ratusan blogger terfokus padanya, tertawa lepas kami dibuatnya. Acara lauching bengawan.org (komunitas blogger Soloraya) di Loji Gandrung, 21 Februari di tahun ini.

Salah satu dari 10 TOP 2008 people versi majalah TEMPO, walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), orang no 1 di “kota berseri” ternyata butuh waktu 53 Jam* ( 1 pertemuan makan siang, saya anggap 1 jam) untuk mengatakan “relokasi” kata yang menakutkan bagi pedagang kaki lima (PKL), Stigma atau identik dengan kekerasan, tangisan, bahkan hilangnya mata pencaharian.

*** Read more…

Tags: ,

Copyright © 2010 repihan secercah harapan All rights reserved. Theme by Laptop Geek.