Posted by admin on Mar 6, 2010 in
harapan
Dengan kaos oblong, si bocah 4,5 tahun pun mencoba berlari menikmati sejuknya udara siang peradaban pinggiran ibukota. keringat dan sedikit debu yang menempel di dahinya mengakrab-kan dirinya, bahwa disinilah dia berpijak. bermain, tertawa dan berlari bersama temannya dan di antara temannya yang saat ini melatihnya menjadi Andy yang kelak akan menjadi “pemulung“ derasnya ekonomi kehidupan, 5 tahun kelak, 19 tahun yang akan datang atau pun Andy harus tergilas dalam busuknya kehidupan 3 hari yang akan datang.
Berhenti dia sejenak, berdiri dia, berjajar sebagai pagar betis ! entah dia sadar saat ini, atau pun kelak dia akan menahu lebaran hidup kecilnya karena goresan kata ini. Itpun jika dia sempat belajar membaca, di TPA dia belajar! Bukan di sekolah, itu pun kalau Andy masih bisa memakai kaos oblongnya seminggu setelah hari ini. Read more…
Tags: pemulung, rumah kumuh, TPA Bantar Gerbang
Posted by admin on Jan 30, 2010 in
harapan
Baru dua bulan aku mengenalmu, hemm .. kau cantik, lansing dan sexy. Kau temani diriku di saat sepi itu datang. Suaramu .. memecahkah heningnya malam . Wahai cantik .. maafkan aku jika aku masih saja melirik yang lain.
Bukan yang lain, pasti kamu kenal dia. Tak jauh dari matamu memandang. tak jauh dari kehidupanmu dan diriku. Siapa dia ? hemmm .. mohon maaf jika aku .. jika si cantik itu adalah adik kandungmu. Read more…
Tags: acer aspire one, netbook, re
Posted by admin on Aug 16, 2009 in
harapan

hutang & kenangan - semoga bisa balik suatu hari kelak
Mungkin benar hidup tak terlepas dari hutang. Secara materiil ataupun in material. Dalam bentuk apapun, toch semua tak harus dinilai dengan IDR / $$$. Demikian juga dengan diriku, aku yang kaya raya tak kurang satupun. Apa yang aku inginkan ada, apa yang aku harapkan bisa.
Ternyata ada saja lubang dalam sebuah realitas hidup ini. Bukan karena besar pasak dari tiang. Tapi seberapa besar pasak sehingga tiang tak mampu menopang ?
Ada saja hutang
xixi tapi syukurlah .. demi sedikit lubang itu harus segera ditutup. Jika dalam bentuk IDR sebisa mungkin ingin kututup dengan jerih payah keringat ini. Namun sekiranya budi ini tak mampu membalas apa yang telah engkau berikan.
Bunda, Bapak dan keluarga tercinta , simbah, pakde , paklek, bulek dan semua kerabat keluarga. Guruku ngaji, guruku TK, SD, SMP dan SMA hingga kini mereka yang telah berbudi kasih dalam hidupku. Teman, sobat dan handai tolan, rekan kerja dan boss serta majikan saja.
Semua – jika ada hutang yang kiranya aku lupa, ingatkanlah. JIka kiranya aku tak mampu membalas dan membayar itu semua, semoga dibayar lunas oleh Sang Maha Pencipta. Read more…
Tags: harapan esok, hutang piutang
Posted by admin on Jul 14, 2009 in
harapan
Tak kusangka ternyata gilasan waktu itu terlalu cepat berlalu. kini aku baru tahu, ternyata waktu telah meninggalkanku. Sejauh ini aku berlari, seakan aku mampu memompa waktu. Namun ..
Ternyata setelah kusentuh blog ini, aku sadar, telah banyak waktu yang terbuang karena hal yang kurang berarti. Sedangkan waktu terus berlalu.
Demi waktu, sesungguhnya orang-orang itu dalam kerugian, kecuali orang yang beriman, mendirikan sholat dan bersama-sama berbuat dalam hal kebajikan.
Lets go Eko.. kamu bisa … jangan terlalu banyak tidur.. jangan terlalu sering ngomong yang ndak penting.. 46 dari hari dan detik ini
Ku sambut mentari itu dengan peluh dan harapan
Read more…
Tags: aku
Posted by admin on Jul 4, 2009 in
harapan
Sudah sering kali aku harus bangun setelah matahari terbit. huch .. sepertinya tiada upaya diriku untuk bangun lebih awal dan tepat waktu untuk membasuh diri ini dengan air wudhu pagi. huh .. semakin sakitkah hati ini ? Kenapa aku bertanya pada setan di dadaku ?
5 hari ini aku kehilangan beberapa Juz yang senantiasa aku baca sehabis magrib, sehabis isya’ sebelum aku tidur. Aku telah berjanji sehari tanpa kulafalkan ayat-ayat suci ini terasa kangen dalam hati. Apa daya diriku – lari setelah selesai aku bersujud kepadaMU.
Ya Allah , telah banyak dosa aku – telah banyak aku lalaikan kewajibanku pada-Mu. Mungkin ini adalah peringatan dariMu agar senantiasa aku kembali pada-Mu. Alhamdulillah Ya Allah kau masih ingatkan diriku – sebelum adzab itu datang.
Tiada harapan selain do’aku Ya Allah – Semoga Engkau berikan yang terbaik bagi umat –Mu yang lalai dan bertobat ini.
Read more…
Tags: cerita hati
Posted by admin on Jul 2, 2009 in
harapan

Indahnya pagi di Puncak Gunung Lawu
63 hari menghitung sebuah angka istimewa jika dipandang sebagai angka “qyu” simbolis keberuntungan dan hoki untuk sebuah lambang rokok. Mungkinkah itu akan berarti hoki juga untuk diriku ? Hari ini aku terlalu berharap seperti itu ! Aku dengan yakin mencoba langkah kaki berjalan setapak !
Aku meng-halal-kan segera cara, hanya untuk memupuh sebuah mimpi. Butakah hatiku saat ini ? Sungguh ironis bagai memakan bangkai di tanah yang loh jinawi tinandur serba hidup di tanah yang subur !
Tak kupercaya aku harus bergelut dengan libatan kata PANAS yang menjerusmuskan, bukan dirimu tapi diriku juga ! Saat aku sendiri belum mampu membawa diri ini .. hingga kutakutkan semua akan berbalik padaku.
Semua hanyalah permainan membalik kata, mengubah kalimat, membangun sebuah rangkaian jiwa yang sejuk pagi para penikmat cinta. Aku dibutakan oleh-nya sebuah kenikmatatan sesaat !! Read more…
Tags: mimpi
Posted by admin on Jun 22, 2009 in
harapan
Mawar merah merakah harum semerbak dibingkai kain abadi, tertutup dirinya kertas panilli yang harus sedap malam. Terukir dalam relief sejati. bertuliskan “aku dan kamu telah bersatu”
Bukan merpati yang memadu kasih, atau sepasang lebah yang saling beradu. Bukan pula cincin yang terkulai lepas dari tangannya. Merekalah yang berteriak disana.
Bukan aku dan bukan diriku
Gumuruh lantunan Wulan Merindu , eNgkau hadir nyata bukan bayang semu.
Biarkan mbAh SuriP meng-gendongku.. daripada naik pesawat kedinginan mendingan digendong … enak tho ? Mantep donk … !! ha.. ha……..
Read more…
Tags: raisa hakim
Posted by admin on Jun 19, 2009 in
harapan

Aku tahu ini puncak .. tapi masih ada puncak yang lebih tinggi yang mampu kita capai. @gunung lawu : Argo dumilah 3685 Dpl
Masih melekat-kah tagline (semboyan) diangkat oleh komedian asal kota Semarang, Thukul Arwana. “tampang ndeso, rejeki kutho” Kenapa dengan orang desa ? Ada apa dengan rejeki orang perkotaan ? Ada sebuah harapan yang lebih (cita-cita) dari seorang yang dulunya hanyalah sopir angkot. Meniti karir dari nol hingga menuju kesuksesan.
Suatu saat, aku bangga pada temanku. Mereka telah mendapatkan pekerjaan tetap. Sebagai penjaga warnet (operator), penjaga konter pulsa, buruh pabrik bahkan ada seorang pegawai negeri (PNS). Mereka merasa bangga dan cukup atas rejeki atas apa yang ada saat ini. Alhamdulillah.
Namun kebanyakan orang berfikir apa yang mereka kerjakan itu bersifat selamanya. Sehingga mereka merasa cukup nyaman atas apa yang mereka kerjakan saat ini. Entah esok hari ??
**** Read more…
Tags: Kontes Navinot, motivasi