aku rindu tatapan mata ini
tertetes air mata ini, kenapa aku rindu padamu ! kau bagaikan burung yang terbang bebas melayang [kini], diperhentian ini, ku ingat betapa sayu matamu, keriput jelas dahi dan lesung pipimoe. sudah lama dan tak ingat lagi betapa manis senyum mu.
aku hanya bisa menangis di perbaringan, ketika bayi tua itu hanya bisa merengek. seakan tak ada daya, entah mengapa aku tak begitu tega. sungguh, hanya terhalang dinding – aku dengar jelas engkau meronta atas perlakuan waktu itu. dan hanya batin ini menangis – mendengar sayu dirimoe.
cukup sudah derita kini, relakanlah engkau pergi dariku. hanya sedikit do’a dan tetesan air mata ini. begitu hangat engkau hadir saat temaniku. saat saat aku sakit, saat aku tak tidoer di rumah. dan cukup sudah kau menanti diriku.
cukup sudah – dan relakanlah. kau menanti kedatangaku. relakanlah aku pergi darimoe. namun tak sepertinya diriku.
entah mengapa aku tak rela kau pergi dariku – usik malam ini. Semoga engkau mendapatkan tempat yang mulai disisi-Nya.
Related posts:

saya juga mau posting foto mbah saya …. makasih bos atas idenya..
[Reply]
Kapan mas simbah meninggal???
.-= informasi kebidanan´s last blog ..Perawatan Bayi =-.
[Reply]
Sabar mas..suatu saat nanti kita pasti bakal nyusul mereka yang sudah duluan menghadap Allah..Kita tinggal nunggu kapan dapat ” tiket ” nya..Semua larinya ga akan kemana, cuma satu tujuan yaitu : ” rumah masa depan ” bertipe 2×1..Aku juga jadi kangen sama bapak…hiks..hiks…
.-= fitri´s last blog ..Semoga Bulan Depan Sudah Ada… =-.
[Reply]